Kepala BRMP Papua Mantapkan Kajian RIT Sagu Yebha–Dowbeta dalam Seminar bersama Balitbangda Jayapura
Jayapura, 2 September 2025 — Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Jayapura menggelar Seminar Antara kegiatan Kajian Pemetaan Rumpun Induk Terpilih (RIT) Sagu Yebha dan Dowbeta di Kantor Balitbangda Kabupaten Jayapura dan dibuka secara langsung oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Jayapura, Drs. Jonston Nainggolan.
Seminar ini dihadiri perwakilan Bidang Inovasi Daerah Litbangda Kabupaten Jayapura, Melda Sokoy selaku Kabid Prasarana Dinas Perkebunan Kabupaten Jayapura, Wakil Ketua IV STIPER Santo Thomas Aquinas Samuel Jeujanan, Tim Peneliti BRIN yang diketuai Dr. Alberth Soplanit, serta Kepala BRMP Papua, Dr. Aser Rouw, SP, M.Si.
Sebagai narasumber utama, Dr. Aser Rouw SP., M,Si., menegaskan urgensi penetapan RIT untuk memenuhi kebutuhan benih sagu skala besar hingga luar Papua.
Informasi teknis lapangan yang dipaparkan menunjukkan bahwa kegiatan RIT berfokus di Yoboi, Yobeh, Kwadeware, Sabron Yaru, dan Bukisi. Pengamatan menitikberatkan pada parameter umur, diameter batang, ketahanan terhadap hama, produktivitas, serta keseragaman dengan periode kerja lapangan berlangsung sepanjang tahun 2025.
Perkembangan terkini mencakup konfirmasi potensi lahan untuk RIT Yebha dan Dowbeta, verifikasi koordinat GPS di Kwadeware, pemasangan patok awal untuk varietas Yebha, pengumpulan dokumen awal kepemilikan lahan, serta kelancaran koordinasi administrasi dengan Direktorat Perbenihan.
Ke depannya, agenda selama September–Desember 2025 akan dilakukan penempatan supervisi verifikasi lapang sebagai prioritas, disusul penetapan varietas, dan finalisasi laporan teknis dengan target penetapan resmi RIT sebelum akhir tahun 2025.
SK pelepasan varietas yang telah tersedia adalah Kepmentan RI No. 2/Kpts/KB.010/01/2025 untuk Varietas Dowbeta dan Kepmentan RI No. 3/Kpts/KB.010/01/2025 untuk Varietas Yebha.
Tindak lanjut mencakup finalisasi data kunci RIT, di antaranya morfologi, dimensi batang, dan jumlah anakan—sebagai dasar pengusulan SK RIT, penyusunan peta serta papan penanda calon RIT beserta jadwal supervisi PPVT Kementerian Pertanian, penetapan lokasi Kebun Benih Induk milik Pemda berikut penyusunan roadmap perbenihan sagu bersertifikat, inventarisasi lanjutan aksesi sagu Kabupaten Jayapura termasuk Rondo untuk peluang pelepasan berikutnya, serta penguatan kolaborasi Litbangda, BRIN, STIPER, BRMP, dan dinas teknis dalam uji multilokasi, sertifikasi, dan distribusi benih.
Dengan landasan SK pelepasan dan agenda penetapan RIT yang terjaga hingga akhir 2025, Kabupaten Jayapura memantapkan diri sebagai sentra benih sagu unggul yang dikelola sesuai regulasi daerah, membuka peluang PNBP melalui benih bersertifikat, sekaligus mengembangkan kawasan sagu sebagai wahana riset, edukasi, dan rekreasi.